Menjengkelkan, menyebalkan, sedih, marah, semua perasaan kesal menjadi satu. Negara kita memang isinya sebagian besar orang2 jahat. Pejabatnya koruptor, pedagangnya tidak punya hati nurani. Demi keuntungan, rela meracuni banyak orang. Mau makan enak di Indonesia harus hati-hati. Jika di TV ada program wisata kuliner dengan host pak Bondan Winarno yang memperkenalkan makanan mak nyus seluruh Indonesia. Maka di program TV Berita/News pasti tiap harinya memberitakan makanan-makanan berbahaya di seluruh Indonesia. Makanan yang berformalin, Bakso Borax, seafood (ikan, udang, kerang, ikan asin dll) berformalin, Makanan anak-anak dengan pewarna rhodamin, Makanan kadaluwarsa di daur ulang, makanan kadaluwarsa tetap dijual, gorengan dicampur minyak dan plastik, daging celeng, daging gelonggongan, ayam tiren/bangkai,daging sampah olahan dan berita terakhir kulit/kikil arsenik. Makanan terakhir ini sebenarnya makanan kesukaan saya, kerupuk kulit. Saya tidak bisa membayangkan jika saya makan kerupuk kulit dan tiba-tiba mati gara-gara makanan tersebut mengandung arsenik. Nasib saya senasib dengan Munir karena di racun oleh arsenik. Bedanya Munir adalah pahlawan HAM dan saya bukanlah siapa-siapa.
Huff, menakutkan!. Begitu lemahkah pemerintah sehingga peredaran
makanan berbahaya ini bebas berkeliaran dipasaran. Rasa aman di negeri sudah tidak ada lagi. Lebih dahsyat. Silent Genocide. Pembunuhan Massal yang tak terlihat di praktekkan oleh manusia-manusia rakus keuntungan. Berapa banyak masyarakat dan konsumen tak berdosa di tipu setan2 kecil kapitalis. Adakah solusi untuk terhindar dari makanan-makanan berbahaya tadi dan kita bisa aman untuk hidup di negeri ini? Mungkin jawabannya bermacam-macam. Pertama, Hati-hati dalam memilih makanan. Namun bagi saya hati-hati tidak cukup. Sehati-hatinya kita, pasti ada saja kelengahan yang bisa jadi membawa kita kepada malapetaka besar. Kedua, Pengetahuan lebih harus kita miliki, setidaknya uptade informasi dan pengetahuan darimanapun harus kita lakukan. Pasang mata, pasang telinga untuk baca, dengar dan tonton berita di berbagai media. Ketiga, Komunitas peduli harus kita gerakkan. Saling beritahu kerabat, sahabat dan tetangga penting untuk dilakukan. Setidaknya dengan SMS berantai bisa memberikan efek domino informasi kewaspadaan kita pada makanan berbahaya tadi. Mungkin saja ada informasi-informasi baru yang belum di ekspose media muncul dari gerakan ini. Keempat, budaya makan kita sepertinya harus segera di ubah. Kita sepertinya merasa hambar jika tidak makan daging-dagingan dan ikan. Namun solusi untuk menjadi vegetarian bisa menjadi alternatif. Walaupun menjadi vegetarian harus extra hati-hati juga. Sayuran-sayuran berpestisida tidak dapat dihindarkan. Sayuran berpestisida masih berkeliaran di pasar-pasar tradisional. Untuk mendapatkan sayuran organik agak susah apalagi dipasar-pasar tradisional. Sedangkan belanja di supermarket tidak menjamin makanan kita bebas dari bahan-bahan berbahaya. So, pilihan bijak seluruhnya di serahkan kepada anda. Yang terpenting masyarakat dan konsumen harus terus menekan pemerintah untuk menegakkan hukum. Hukum seberat-beratnya para pelaku kejahatan tersebut. Buat regulasi yang ketat terhadap industri makanan. Kemudian bina dan awasi secara ketat. Tindak keras jika ada penyelewengan. Perlihatkan secara serius jika memang pemerintah adalah pelindung masyarakat dan konsumen. O ya, ada yang lupa! untuk pak Bondan Winarno, hati-hati,mungkin makanan bapak yang dibilang maknyus bisa jadi adalah makanan yang berformalin, Who knows?!!??!!

Berikut ciri-ciri makanan yang berbahaya dan sudah beredar di seluruh Indonesia :

Daging sapi olahan
Daging sapi yang di jual di pasaran sudah berbahaya. Seperti yang kita ketahui sekarang banyak daging-daging yang di jual berasal dari olahan daging-daging busuk bekas restoran, yang kemudian di olah kembali menjadi daging segar dengan diberi pewarna dan perasa agar terlihat fresh. Namun tahukah anda bahwa daging sapi bekas olahan daging busuk memiliki intensitas bakteri 10 kali lipat dari kuman WC.

Daging sapi berisi AIR/daging glonggongan/daging bangkai
Cara pembuatan daging sapi ini dengan cara, pada saat ingin membunuh sapi maka mulut sapi tersebut di masukan selang air. Sapi tersebut dicekok air hinga mati. Hal itu dimaksudkan agar pada saat dijual dan ditimbang maka daging menjadi lebih berat dan mahal. Namun tahukah anda, menurut penelitian bahwa sapi yang mati dengan dicekokin air, sebelum sapi tersebut mati, sapi tersebut stress dan mengeluarkan asam2 serta zat2 berbahaya lain nya, itu semua di picu secara otomatis oleh otak sapi tersebut. sehingga membuat daging tersebut menjadi tidak sehat serta beracun.

Telur ayam palsu
Telur ini berciri2 kuning telurnya membentuk lingkaran lingkaran berwarna kuning dan agak orange. Cara mengetes telur ayam yang palsu dan asli adalah pada saat anda memakan telur tersebut lihatlah corak kuning telurnya dan ciumlah. Telur ayam palsu tidak amis.

Telur Asin palsu
Telur asin palsu ini berbahan dasar telur ayam beras yang di rebus. Setelah telur tersebut matang, maka telur tersebut di bagian bawahnya di rendam cuka makan selama kurang lebih 30 menit. Setelah kulit telur tersebut agak lembek maka disuntikanlah cairan garam. Setelah disuntikan cairan garam maka kulit telur ayam dicat menyerupai telur asin asli. Lalu untuk menyamarkan penyamaran telur asin palsu ini maka diberi tepung. Nah untuk membedakan telur asin bebek dengan telur asin palsu yang paling mudah adalah dengan cara mencuci kulit telur tersebut. apabila pudar maka telur tersebut merupakan telur palsu.

Daging ayam busuk
Daging ayam yang busuk atau bekas dari sebuah restoran di ambil, lalu daging tersebut digoreng hingga agak keras/alot. Setelah itu daging tersebut dimasukan di dalam soto ayam. Daging tersebut siap di santap.

Gulai ayam yang dicuci
Ini bisa anda temukan di sebuah rumah makan di daerah Sumatra, Riau. Daging tersebut tampak seperti daging gulai bisa, namun setelah beberapa hari di amati, ternyata daging gulai ayam yang tidak laku/tidak habis maka daging tersebut dicuci menggunakan air kran, lalu daging tersebut keesokan harinya dimasukan lagi ke masakan gulai yang baru.

Cabe/ tomat botolan
Bahan bakunya adalah cabe/tomat yang sudah agak busuk/tidak segar, tujuannya untuk menekan biaya produksi. Industri tersebut memproduksi cabe/tomat tersebut hanya dengan cara mencuci lalu langsung di masukan ke alat seperti blender besar(alat produksi industri). Cabe/tomat tersebut hanya dicuci dan langsung dimasukan ke alat produksi tanpa melihat kualitas cabe apakah ada cacing atau tidak. Lalu langsung jadi cabe/tomat botolan deh..

Minyak oli
Hati hati apabila membeli gorengan di pingir jalan. Taukah anda bahwa karena mahalnya minyak goreng di Indonesia, maka ada beberapa pedagang yang mengganti minyak goreng tsb dengan oli baru. Oli baru kan bening dan lagian oli tersebut kalau di masak/buat goreng maka fungsinya mirip dengan minyak goreng. Lagipula suhunya tidak bisa terlalu panas namun mudah panas juga. Oli juga tidak berbau pekat. Biasanya oli ini di campur dengan sedikit minyak goreng yang telah berulang kali di pakai.

Ikan asin dan mie formalin
Ikan asin dan mie yang mengunakan pengawet formalin (pengawet mayat). Itu semua dilakukan untuk menghemat biaya karena pengawet makanan mahal. Jadi pake formalin aja deh…

Berikut ini ciri-ciri makanan berformalin:

Mi basah
– Bau sedikit menyengat.
– Awet, tahan dua hari dalam suhu kamar (25º Celsius). Pada suhu 10ºC atau dalam lemari es bisa tahan lebih 15 hari.
– Mi tampak mengkilat (seperti berminyak), liat (tidak mudah putus) dan tidak lengket.

Tahu
– Bentuknya sangat bagus.
– Kenyal.
– Tidak mudah hancur dan awet (sampai tiga hari pada suhu kamar 25ºC). Pada suhu lemari es (10ºC) tahan lebih dari 15 hari.
– Bau agak menyengat.
– Aroma kedelai sudah tak nyata lagi.

Bakso
– Kenyal.
– Awet, setidaknya pada suhu kamar bisa tahan sampai lima hari.

Ikan
– Warna putih bersih.
– Kenyal.
– Insangnya berwarna merah tua dan bukan merah segar.
– Awet (pada suhu kamar) sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
– Tidak terasa bau amis ikan, melainkan ada bau menyengat

Ikan asin
– Ikan berwarna bersih cerah.
– Tidak berbau khas ikan.
– Awet sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar (25ºC).
– Liat (tidak mudah hancur).

Ayam potong
– Berwarna putih bersih.
– Tidak mudah busuk atau awet dalam beberapa hari.

Iklan