Konsep Implementasi menurut Meter dan Horn (1975) merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh suatu institusi (pemerintah atau swasta) baik secara individu maupun kelompok yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan sebagaimana dirumuskan di dalam kebijakan. Wibawa (2005:16) menjelaskan bahwa kegiatan implementasi mulai berlangsung pada tahap penyusunan program hingga eksekusi program. Contoh dari implementasi kebijakan adalah Pemerintah menentukan kebijakan Pengentasan Kemiskinan. Kemudian menyusun program dengan melakukan langkah berikut  (1) mengidentifikasi masalah kemiskinan yang harus di intervensi, (2) menegaskan tujuan apa yang harus dicapai dalam kebijakan pengentasan kemiskinan?  (3) Merancang struktur proses implementasi. Maka salah satu program muncullah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Kemudian secara implementatif PNPM Mandiri diterjemahkan secara operasional menjadi proyek-proyek tertentu berdasarkan kebutuhan sasaran program (Masyarakat Desa).

Sedangkan konsep Evaluasi adalah aktifitas periodik dimana kita ingin mengetahui dampak suatu proyek, program hingga kebijakan. Hasil dari kegiatan evaluasi tersebut berupa informasi yang akan digunakan untuk memperbaiki atau malah menghentikan proyek, program hingga kebijakan diperiode mendatang. Contoh kegiatan Evaluasi adalah Evaluasi dampak PNPM Mandiri se-Indonesia. Apakah Tujuan yang telah ditetapkan dalam PNPM sudah tercapai? Berapa persen? Apakah sudah sesuai dengan sasaran?

Berbeda dengan konsep monitoring dimana hal tersebut merupakan aktifitas yang dilakukan pada saat itu dan terus menerus (ongoing activity) dilakukan dengan tujuan ingin mengetahui derajat penyimpangan suatu implementasi. Informasi yang dikumpulkan dari monitoring digunakan untuk mengkoreksi program atau proyek yang sedang berlangsung.  Contoh kegiatan monitoring adalah : Monitoring Proyek Pembangunan Jalan di Desa A, Kecamatan B, Kabupaten C sebagai bentuk implementasi PNPM Mandiri di Kabupaten C.

Iklan