Seminggu terakhir ini, seluruh badan saya terasa lelah dan capek. Selepas tarawih 2 malam yang lalu akhirnya bertemu tetangga saya, Pak Haris namanya. Menawarkan untuk membekam saya. Gayung bersambut. Saya terima tawaran beliau. Sudah lama rasanya saya tidak dibekam lagi. kira-kira satu tahun yang lalu.

Pak Haris adalah karyawan RSKM (Rumah Sakit Krakatau Medika) Cilegon. Selain sebagai tenaga medis yang notabene berkecimpung dengan medis modern beliau sangat konsern dengan metode medis tradisional. Salah satunya adalah bekam atau Alhijamah. Alhijamah adalah suatu teknik pengobatan Sunnah Rosuulullah SAW yang telah lama dipraktekkan oleh manusia sejak zaman dahulu kala, kini pengobatan ini dimodernkan dan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah, dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif serta tanpa efek samping.

Menurut Informasi beliau, dalam hijamah ternyata ada banyak versi. Versi pertama, dalam mengeluarkan darah disunnahkan kulit disayat. alasannya, pertama, dalam sunnah, Rosulullah memerintahkannya. Kedua, secara medis, darah yang akan dikeluarkan adalah darah yang terletak di lapisan kulit kedua diatas epidermis, nah dengan sayatan, ahli bekam akan lebih mudah mengontrol kedalaman sampai mana kulit disayat. Versi Kedua, dengan menggunakan jarum. para penganut ini mengatakan, dengan jarum, si pasien tidak merasakan sensasi sakit dibandingkan dengan disayat. Dan terpenting dalam hijamah, darah kotor dapat keluar dari kulit. Namun pak Haris menjelaskan, dengan jarum ada Kelemahannya, dimungkinkan lapisan epidermis tertusuk dan akhirnya darah bersih dari lapisan pertama ikut keluar. Pak Haris menambahkan, Sayatan lebih efektif dalam membuang darah kotor dan radikal bebas.

Semalam, Bakda Tarawih akhirnya saya di Bekam. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan bekam kering (tanpa mengambil darah) dan bekam dengan menggerakkan kop seperti gerakan urut (saya lupa istilahnya). Nah, pak Haris adalah salah seorang yang menganut versi pertama yaitu membekam dengan sayatan. Ketika saya disayat, sensasi sakit memang terasa. sayatan pisau bedah steril memang terasa dan membuat saya ketakutan. Tubuh saya keluar keringat dingin. Berkunang-kunang. selama 5 – 10 menit Bekam akhirnya selesai. Darah kotor keluar mengental seperti Jelly. Bekam dikatakan selesai jika ada cairan kuning yang keluar dari sayatan. Sebelumnya, Efek dari bekam ini langsung terasa, saya kentut-kentut dengan frekuensi “besar” hahahaha. Diagnosanya saya mempunyai masalah pada pencernaan. Memang benar seminggu terakhir, selain pegal-pegal, perut saya kembung dan mual. Saya akui efek dari hijamah memang terasa. sampai-sampai mahasiswa saya bertanya, bapak Puasa hari ini? kok Segar sekali?

Nah jika anda ingin tahu tentang Alhijamah atau bekam coba klik id.wikipedia.org/wiki/Bekam atau searching di google pasti banyak

Iklan